Kenapa Susah Menabung untuk Masa Depan?

Menabung merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin keamanan finansial di masa depan. Namun banyak orang merasa begitu susah menabung meskipun menabung memiliki segudang manfaat. Hingga timbul pertanyaan

“Kenapa susah menabung?”

Kenapa Susah Sekali Menabung untuk Masa Depan,susah menabung,susah menabung untuk masa depan

Kalau saat ini Anda merasa sedang susah menabung, jangan berkecil hati karena Anda tidak sendiri. Ada begitu banyak orang di luar sana yang memiliki masalah yang sama dengan Anda. Sebenarnya apa sih alasan paling masuk akal kenapa kita sulit menabung.

Alasan susah menabung adalah karena menabung atau menyisihkan pendapatan untuk masa depan itu memang tidak menyenangkan. Karena dengan menabung kita tidak dapat menikmati hasilnya secara langsung. Hal tersebut sangat berbeda dengan utang, karena kita bisa langsung merasakan manfaatnya dan kenikmatan menikmati barang atau jasa yang diperoleh dari utang tersebut. Anda berutang saat ini, maka kenikmatan yang Anda rasakan bisa datang saat itu juga. Meskipun nantinya Anda harus membayar utang tersebut dengan membayar bunga.

Karena untuk menikmati hasil menabung tidak bisa dirasakan langsung, tak jarang orang enggan untuk menyisihkan pendapatan untuk menabung. Karena itu menabung membutuhkan prioritas dan kedisiplinan tersendiri. Anda harus selalu ingat, seberapa besar pun pendapatan Anda tidak akan cukup digunakan untuk memenuhi pengeluaran dan gaya hidup yang tak pernah ada batasannya.

Jadi saran dari Olpreneur, bila Anda ingin menabung maka anggap itu seperti kebutuhan seperti membeli pulsa atau bayar paket internet. Bahkan kalau perlu Anda harus membuat rekening khusus untuk menyimpan uang Anda yang Anda sisihkan untuk tabungan. Sehingga uang tersebut tidak dapat Anda gunakan.

Pada intinya, mengelola keuangan sebenarnya sederhana dan tidak rumit-rumit amat. Usahakan untuk selalu mengatur dan membatasi pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.

Saya pribadi sering membagi pengeluaran menjadi 4 pos utama yaitu, pembayaran utang (dari bisnis terdahulu), investasi, properti, dan sisanya baru untuk konsumsi.

Dengan membagi pengeluaran seperti itu, uang pendapatan Anda dapat digunakan dengan optimal dan menghindari utang yang justru akan membawa Anda pada kebangkrutan dan kegagalan finansial.

Baca Juga: Cara jadi Karyawan yang Lebih Kaya dari Pengusaha

Leave a Reply

error: Content is protected !!